Syahruni Haris Dorong Festival Pinisi Jadi Momentum Pelestarian Budaya Bulukumba

Avatar photo
Syahruni Haris, Wakil Ketua DPRD Bulukumba. (Mad)

BACABAIK.com — Pelestarian budaya Pinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dinilai membutuhkan komitmen berkelanjutan, bukan sekadar melalui festival tahunan. DPRD Bulukumba mendorong penguatan pembinaan dan keterlibatan generasi muda agar warisan maritim tersebut tetap lestari.

Pesan itu mengemuka dalam malam penutupan Festival Pinisi XVI Tahun 2026 yang berlangsung di Pantai Merpati, Bulukumba, Sabtu (17/10/2026).

Wakil Ketua II DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, yang hadir bersama sejumlah anggota DPRD, mengatakan Festival Pinisi menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur masyarakat kepada generasi berikutnya.

“Pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada pelaksanaan festival. Kita harus memastikan tradisi dan pengetahuan yang diwariskan leluhur tetap hidup, dikenal, dan dipelajari oleh generasi muda,” kata Syahruni, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Syahruni hadir bersama anggota DPRD Bulukumba, H. Safiuddin, Umy Asyiatun Khadijah, Samsir, Andi Usdar, Abdul Hakim, Efhi Wahyudi Masri, Nurlina, Muh. Arief HS, dan Kurdiansyah Anggoro.

Hadir juga anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Gerindra, H Patudangi Azis bersama Sultan Tajang.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang sekaligus menutup secara resmi Festival Pinisi XVI Tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri tamu undangan dan ribuan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, H. Andi Iwan Darmawan Aras.

Menurut Syahruni, pinisi bukan hanya mencerminkan keterampilan masyarakat Bulukumba dalam bidang kemaritiman, tetapi juga merepresentasikan sejarah, kearifan lokal, semangat gotong royong, dan identitas daerah.

Karena itu, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, komunitas budaya, seniman, budayawan, perajin, hingga masyarakat.

Dukungan tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui kebijakan dan penganggaran yang disesuaikan dengan prioritas serta kemampuan keuangan daerah. Langkah ini penting untuk memperkuat pembinaan pelaku budaya sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

“Generasi muda harus diberi ruang untuk mengenal dan terlibat langsung dalam pelestarian budaya. Dengan begitu, warisan leluhur tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga terus dipraktikkan dan diwariskan,” ucapnya.

Selain menjaga identitas daerah, pengembangan budaya juga berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Keterampilan perajin pinisi serta tradisi maritim masyarakat Bulukumba dapat menjadi daya tarik wisata yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Meski demikian, pengembangan pariwisata berbasis budaya perlu tetap memperhatikan keaslian tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui momentum penutupan Festival Pinisi XVI Tahun 2026, DPRD Bulukumba menegaskan dukungannya terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah. Sinergi antara pemerintah, legislatif, pelaku budaya, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan warisan maritim Bulukumba tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Malam penutupan festival juga berlangsung meriah dengan penampilan Farid Adam, penyanyi asal Ternate, Maluku Utara. Hiburan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang disambut antusias masyarakat yang memadati kawasan Pantai Merpati. (Mad)

banner 120x600