BACABAIK.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba terus mengoptimalkan dana zakat untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui program pemberdayaan.
Salah satunya melalui Program Z-Mart, yang dirancang untuk membantu mustahik mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pada periode pertama tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bulukumba telah menyalurkan Program Z-Mart kepada 10 penerima manfaat. Bantuan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk modal usaha, tetapi juga disertai pendampingan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung perkembangan usaha.
PIC Program Ekonomi BAZNAS Bulukumba, Bulis Kabil, mengatakan pendampingan dilakukan secara langsung dengan mendampingi mustahik berbelanja kebutuhan usaha ke toko sesuai dengan jenis usaha masing-masing.
“Pendampingan tersebut dilakukan agar modal usaha yang diberikan dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan usaha secara efektif,” ungkapnya.
Bagi mustahik yang menjalankan usaha warung kelontong, pendampingan juga mencakup perbaikan dan pengecatan warung. Langkah tersebut dilakukan agar tempat usaha menjadi lebih layak, bersih, dan menarik bagi pelanggan.
“Selain itu, warung penerima manfaat juga mendapatkan branding Z-Mart sebagai identitas program pemberdayaan ekonomi BAZNAS Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba, H. Kamaruddin, menjelaskan penyaluran Program Z-Mart periode pertama tahun 2026 turut mendapatkan dukungan dari Dana Kebajikan Umat (DKU) Pegadaian Syariah.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan.
“Tidak berhenti pada pemberian modal dan pembenahan tempat usaha, penerima manfaat juga mendapatkan arahan mengenai pengelolaan keuangan sederhana melalui pengisian buku kas,” jelasnya.
Menurutnya, pencatatan tersebut diharapkan dapat membantu mustahik mengetahui arus pemasukan dan pengeluaran usaha sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan usaha yang lebih tertib.
Setelah menerima bantuan dan pendampingan awal, para penerima manfaat selanjutnya akan mengikuti monitoring yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Bulukumba.
Monitoring menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan usaha, pemanfaatan bantuan, kendala yang dihadapi, serta kebutuhan pendampingan lanjutan bagi mustahik.
Untuk periode kedua tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bulukumba menargetkan kembali menyalurkan Program Z-Mart kepada 10 penerima manfaat.
Calon penerima manfaat telah melewati tahapan administrasi dan assessment sebagai bagian dari proses seleksi untuk memastikan program diberikan kepada mustahik yang sesuai kriteria dan membutuhkan dukungan pengembangan usaha.
Melalui Program Z-Mart, BAZNAS Kabupaten Bulukumba berupaya menghadirkan pola pemberdayaan yang tidak berhenti pada bantuan modal. Program tersebut dilanjutkan dengan pendampingan, pembenahan tempat usaha, penguatan identitas usaha, pencatatan keuangan, hingga monitoring.
Program ini diharapkan dapat membantu mustahik meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat pendapatan keluarga, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi. (Mad)








