BACABAIK.com — Keterbatasan fisik tidak membuat Pardi, warga Raoe, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menyerah pada keadaan. Selama 23 tahun, ia tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya meski harus menjalani hidup dengan satu kaki.
Pardi kehilangan salah satu kakinya akibat kecelakaan kerja saat berada di Malaysia pada 2003. Ketika itu, ia merantau dengan harapan dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Sepulang ke Indonesia, Pardi sempat mendapatkan bantuan kaki palsu dari Dinas Sosial. Namun, alat bantu berbahan plastik tersebut hanya bertahan sekitar dua bulan karena tidak mampu menopang aktivitasnya yang cukup berat.
Keluarga kemudian berupaya mengumpulkan biaya untuk membuatkan kaki palsu yang lebih kuat. Alat tersebut akhirnya menemani Pardi menjalani aktivitas sehari-hari dan bekerja selama hampir dua dekade.
Namun, kondisi kaki palsu itu kini semakin memprihatinkan. Setelah digunakan selama bertahun-tahun, sejumlah bagiannya mulai rusak dan longgar. Bahkan, penggunaannya terkadang menimbulkan luka pada bagian kaki yang menjadi tumpuan.
Meski demikian, Pardi tetap bekerja.
Ia menjalani berbagai pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, mulai dari menjadi buruh tani, buruh bangunan, hingga membuat kusen dan pintu. Tidak jarang, ia menerima pekerjaan di luar daerah, seperti Sengkang, Bone hingga Makassar.
Untuk mendatangi lokasi pekerjaan, Pardi bahkan mengendarai sepeda motor seorang diri.
Kondisi kaki palsu yang sudah tidak layak digunakan tidak lantas membuatnya berhenti mencari nafkah. Sebab, di rumah terdapat istri dan dua anak yang masih membutuhkan biaya untuk pendidikan serta kebutuhan sehari-hari.
Selain terkendala kaki palsu, Pardi juga belum memiliki peralatan kerja sendiri. Ketika mendapat pekerjaan, ia masih harus meminjam peralatan milik teman.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Bulukumba kemudian menginisiasi penggalangan dana untuk membantu Pardi memperoleh kaki palsu baru sekaligus peralatan kerja.
Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui kampanye bertajuk “Ayo Bantu Wujudkan Kaki Palsu untuk Pak Pardi.”
Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp15 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp12 juta dialokasikan untuk pembuatan kaki palsu yang lebih kuat dan nyaman digunakan, sedangkan Rp3 juta diperuntukkan membeli peralatan kerja.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membuat Pardi menjalani aktivitas dan bekerja dengan lebih aman sekaligus meningkatkan kemandiriannya dalam mencari penghasilan.
BAZNAS Kabupaten Bulukumba mengajak masyarakat, muzaki, dan para dermawan yang tergerak membantu untuk ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening BSI 7890.11111.9 atas nama BAZNAS Kabupaten Bulukumba. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor 0853 9559 8722 (Basmawati Haris).
Bagi Pardi, bantuan tersebut bukan sekadar soal memiliki kaki palsu baru. Peralatan yang layak juga menjadi modal agar ia dapat kembali bekerja tanpa terlalu bergantung kepada orang lain.
Di tengah keterbatasannya, Pardi memilih untuk terus bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kini, dukungan masyarakat diharapkan dapat membantunya memiliki kaki palsu yang lebih layak serta peralatan kerja sendiri, sehingga perjuangannya untuk menghidupi keluarga dapat terus berlanjut. (Mad)








